-->

Rabu, 08 Juni 2016

Berapa Banyak Kredit untuk Memulai Bisnis?

Berapa Banyak Kredit untuk Memulai Bisnis?

Berapa banyak kredit yang diambil saat memulai bisnis? Pertanyaan yang klasik itu bisa jadi adalah pertanyaan yang masih terngiang dalam benak Anda yang akan berbisnis sendiri. Bagi Anda yang masih berusia muda dan memiliki pekerjaan, mendapatkan kredit untuk berbisnis mungkin akan terasa lebih mudah karena lebih bankable (memenuhi persyaratan kredit bank), tetapi bagaimana jika Anda adalah seorang karyawan yang akan memasuki usia pensiun dan ingin memulai sebuah bisnis untuk menunjang kehidupan di masa tua? Apakah masih memungkinkan untuk berbisnis di usia yang tak muda lagi?

Sebagian orang mungkin terpaksa menggunakan rumah atau properti sebagai jaminan dan/ atau menggunakan surat-surat berharga atau hal lain yang bernilai tinggi untuk modal awal membangun usaha.

Anda bisa mempertimbangkan opsi mendapatkan mitra ekuitas. Namun, jika itu tak memungkinkan, dan Anda lebih ingin mengendalikan semuanya sendiri, pilihan tersebut lebih baik dihindari daripada Anda akan sesali di kemudian hari.

Opsi lain ialah dengan meminjam alias berutang pada pihak lain. Terdapat rasio keuangan yang disebut dengan multiplier atau pengganda ekuitas yang cukup sederhana untuk dikalkulasikan dalam komputer.

Anda bisa menghitung sebagai berikut: aset total dibagi ekuitas (pemegang saham) secara keseluruhan. Ini merupakan pengukur berapa banyak sebuah perusahaan menggunakan utang dalam pendanaan pemerolehan dan pemeliharaan aset yang ada.

Misalnya Anda memiliki aset total Rp 1 juta dan ekuitas total Rp 500 ribu. Maka diketahui multiplier ekuitasnya ialah adalah Rp1 juta dibagi Rp500 ribu yang menghasilkan angka dua. Ini berarti bahwa perusahaan mampu menggunakan utang untuk “menggandakan” kekuatan ekuitasnya sendiri untuk menahan aset senilai Rp1 juta. Dan karena rumusan dasar untuk neraca keuangan ialah aset = utang + ekuitas, makin tinggi utang yang Anda gunakan, dengan syarat tingkat aset konstan, maka ada lebih sedikit ekuitas yang dibutuhkan. Dan makin sedikit ekuitas yang diperlukan, makin besar pula angka multiplier eukuitasnya.

Sebenarnya, jika Anda hanya menggunakan utang untuk mendanai aset, multiplier ekuitas Anda akan “tak terbatas” karena Anda membagi aset total dengan nol.

Utang adalah cara terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis, namun, jangan lupakan risiko penggunaannya.

Jika harus mendanai bisnis dengan utang, arus kas juga harus teralokasikan untuk pembayaran bunga dan melunasi utang pokok. Lebih lanjut, meski pengeluaran bunga ditunjukkan dalam laporan keuangan, ia dibukukan sebagai pengeluaran non-operasional. Ini berarti bahwa sebagian laba operasional bersih Anda akan dibagikan pada kreditur. Dan itu belum mencakup utang pokok yang harus Anda lunasi. Akibatnya, nda juga harus membagi laba seperti memiliki mitra bisnis. Hanya saja bedanya ialah kali ini, mereka menuntut pelunasan yang jumlahnya tetap atas uang pinjaman dari mereka pada Anda.

Previous
Next Post »